WASPADA HIV BUKAN BERARTI MENGUCILKAN

hiv

Probolinggo, 4/4/2016. HIV (Human Immunodeficiency Virus), merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, dimana virus ini dapat melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

“Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Jadi jika ada orang yang terinfeksi HIV, maka orang tersebut akan dikatakan sebagai HIV positif,” ujar dr. Ira Nirmala Setyaningrum, saat ditemui usai talkshow on the street, Gelar Diseminasi Informasi dan Pelayanan Terpadu pada Masyarakat (Gadis Penter Mas), Minggu pagi (3/4) di Aloon-aloon Kota Probolinggo.

AIDS sendiri merupakan tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV ini dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. “Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka,” katanya mengingatkan.

Perempuan yang sehari-hari bertugas di RSUD Dr. Moh. Saleh itu menyampaikan bahwa, ciri-ciri awal seseorang yang terinfeksi HIV secara kasat mata tidak terlihat, hal ini karena di tahap awal yakni pada rentang waktu 10 tahun, penderita terlihat sama dengan manusia normal lainnya.

“Namun demikian perlu diwaspadai ketika ada gejala-gejala tertentu yang dirasa tidak biasa, misalnya demam tinggi dan batuk yang berkepanjangan, sariawan dan diare kronis atau tubuh yang tampak menyusut drastis dari waktu ke waktu,” terangnya.

Diakhir acara, dr. Ira menghimbau masyarakat untuh menghambat penularan HIV dengan cara save sex dengan setia pada pasangan, menghindari sex bebas dan jika pasangan  sudah terbukti mengidap HIV/AIDS dalam melakukan hubungan seksual sebaiknya menggunakan kondom.

“sebisa mungkin hindari melakukan transfusi darah, hindari penggunaan obat-obat terlarang, penggunaan alat suntik bersama, tattoo, dan tindik. Bagi penderita dipersilakan untuk datang ke RSUD Dr. Moh. Saleh untuk melakukan pemeriksaan atau konsultasi ke Poli CRT setiap hari Kamis, pukul 09.00 – 11.00 WIB”, ujarnya menutup perbincangan. (nea/SD)