WASPADA PENYAKIT MUSIM PENGHUJAN!!

mandi-hujan_20151115_205748Musim hujan identik dengan datangnya berbagai penyakit. Mulai dari diare, ispa ataiu infeksi saluran pernapasan akut sampai Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan khusus untuk jenis penyakit yang disebutkan terakhir jumlahnya sudah menembus angka 47 kasus, dan satu diantaranya meninggal dunia.
Berbagai upaya untuk meminimalisir angka pasien DBD inipun banyak dilakukan oleh dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo. Salah satunya dengan metode pengasapan atau fogging. Namun, menurut Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Muzzahra, saat ditemui Suara Kota kemarin (1/2), sifat fogging ini hanya membasmi nyamuk dewasa saja.
Ia menambahkan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan saat proses pengasapan atau fogging berlangsung diantaranya radius minimal 100 meter di sekeliling tempat tinggal penderita DBD. Hal ini dikarenakan, 100 meter adalah jarak optimal bagi nyamuk DBD untuk berpindah tempat. Rumah dalam radius 100 meter berpeluang besar terkena virus DBD. Radius 100 meter adalah ketentuan bila hanya terdapat satu korban. Jika korban lebih dari 3 makan radius bertambah lebih dari 100 meter.
Kemudian arah angin, yang juga seringkali luput dari perhatian. Padahal angin yang akan menyebarkan semprotan insktisida ke seluruh wilayah, dalam radius tertentu. Angin juga yang membawa nyamuk terbang berpindah menghindari pestisida. “Penyemprotan yang membaca arah angin ini terbukti lebih efektif,’ ujarnya. (nea)