Probolinggo, 13/6/2019 – Wakil Wali Kota Probolinggo, Mohammad Soufis Subri menghadiri apel konsolidasi Ketupat Semeru 2019, sekaligus persiapan pengamanan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU).
Apel yang dipimpin Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal itu juga dihadiri Dandim 0820 Letkol Inf. Imam Wibowo serta diikuti jajaran Kodim 0820, Polresta, Sat Pol PP dan Dishub.
Apel yang digelar di lapangan Kodim 0820 itu diawali dengan pembacaan Asmaul Husna lalu menyimak arahan Kapolresta yang membacakan amanat Kapolda Jatim, Irjenpol Drs. Luki Hermawan.
“Polda Jatim bersama stakeholder telah menggelar ops ketupat selama 13 hari, mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2019. Pelaksanaannya lebih baik, dibandingkan tahun sebelumnya,” urai Kapolres.
Hal ini terbukti dengan lancarnya arus mudik dan balik walaupun ada kemacetan di exit tol Karanglo Malang dan pertigaan Mengkreng.
Begitu pula angka kecelakaan lalu lintas secara kuantitas dan kualitas menurun 54% dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk angka pelanggaran menurun hingga 22%. Namun angka kejahatan meningkat, khususnya Curat naik 20%.
“Pelaksanaan apel kali ini juga bertujuan mengecek kesiapan pengamanan dalam menghadapi sidang PHPU yang tahapannya dimulai 14 Juni hingga 28 juni 2019,” imbuhnya.
Perkembangan bukan hanya di Jakarta, namun imbasnya ke daerah, termasuk Propinsi Jatim. Salah satunya, kasus yang menjadi atensi pasca Pemilu pembakaran Mapolsek Tambelangan Kabupaten Sampang Madura.
Dibutuhkan pihak kompeten untuk menciptakan situasi kondusif. Polda Jatim menurunkan 6.331 personil dibantu 2.980 personil TNI. Mereka melakukan pengamanan kantor KPU, kantor Bawaslu, gudang logistik dan objek vital lainnya di Jatim.
“Waspada terhadap pihak yang menganggu sidang PHPU, dibutuhkan kesiapsiagaan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia menambahkan, agar melaksanakan deteksi dini dan aksi yang berpotensi gangguan Kamtibmas. Melakukan mapping dan monitoring yang akan mengganggu jalannya proses sidang PHPU.
Termasuk menjalin sinergitas dengan instansi terkait, TNI, tokoh pemuda, tokoh politik, LSM dan komponen masyarakat lainnya.
Acara diakhiri dengan penandatanganan dukung patriotisme, tolak separatisme, NKRI harga mati. Ini dilakukan untuk meneladani Jenderal Gatot Subroto yang berjasa dalam memberantas PKI dan DI/ TII Madiun.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, HMS. Subri mengapresiasi dengan pelaksanaan ops ketupat yang berlangsung lancar dan kondusif. Ia menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berita yang tidak jelas.
“Selama menunggu proses sidang PHPU hingga ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), mohon sabar serta menerima apapun hasilnya. Tetap waspada dan bersinergi dengan aparat demi tercipta kondusifitas wilayah,” pungkasnya. (Yul)
