KANIGARAN – Masih dalam Semarak Hari Santri Nasional Tahun 2020, pelajar MI Hidayatul Ula, Ketapang Kota Probolinggo, Zidan Bahrul Ulum berhasil menunjukkan prestasinya. Ia menjadi pemenang juara I lomba adzan yang digelar di Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota, Jumat (16/10) sore.
Pelajar kelas 4 SD itu mengungkapkan rasa tidak percaya atas kemenangan yang diraihnya. “Rasanya dredeg tidak percaya, tapi alhamdulillah senang,” katanya didampingi ibunya.

Menurut Zidan-panggilan akrabnya, sebelum mengikuti lomba adzan ini, ia melakukan latihan demi latihan bersama pamannya yang merupakan seorang ustad.
Lomba adzan ini mendapat perhatian dan support dari Disdikbud setempat, sesuai dengan gagasan PCNU berdasarkan keinginan masyarakat. “Kami berkoordinasi dengan PCNU Kota Probolinggo dan salah satu lomba yang menjadi aspirasi adalah lomba adzan ini,” kata Kabid Kebudayaan, Sardi yang sekaligus Pelaksana Teknis Sekretaris Disdikbud.
Sementara itu, Bendahara Umum PCNU Ahmad Zaini menjelaskan rasa bahagianya meskipun dalam situasi pandemi COVID 19, perayaan Hari Santri Nasional tetap dilaksanakan dengan jumlah peserta yang semakin membludak. Hal ini lantaran PCNU telah melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo sehingga semua kegiatan melibatkan instansi terkait juga didukung oleh semua siswa dan santri di lingkungan Kota Probolinggo.

“Saya berharap melalui lomba adzan ini dapat membentuk karakteristik Islami pada anak, karena adzan merupakan sebuah panggilan disela seseorang saat beraktivitas,” harap pria 52 tahun itu.
Penyerahan hadiah secara simbolis oleh Sardi beserta dewan juri Anas Fathollah, Thoriq dan Badrul Qomar berupa uang pembinaan, piala dan piagam penghargaan kepada 6 orang saat grand final.
Lomba adzan ini diikuti sekitar kurang lebih 80 anak yang berasal dari Kota hingga luar Kota Probolinggo. Ketentuan dan kriteria pelaksanaan lomba adalah para peserta mengumandangkan adzan Subuh memperhatikan makhroj dan tajwid, irama dan suara serta adab, kerapihan dan pembacaan.
Para pemenang lomba itu adalah Muhamamad Zidan Bahrul Ulum, Sultan, Andy Muhammad, Ahmad Syaifudin Kamil, Muhammad Putra Ramadhani, Agus Ahmad Masyhuri dan Muhammad Isrofi Azizi. (dewi)
