PROBOLINGGO(1/9)- Ada pemandangan berbeda di pelataran Museum dr. Mohammad Saleh kota Probolinggo pada Jumat malam ini, ditengah temaram lampu hias warna- warni juga keindahan bangunan bersejarah museum mengalun musik akustik dari kaum Disabilitas dan musik Keroncong Tentrem yang menghangatkan suasana di tengah angin cukup kencang melanda kota kita tercinta.
Meskipun tampilan ini merupakan kali kedua bagi kaum Disabilitas untuk mengisi kemeriahan SEMIPRO (Seminggu Di Kota Probolinggo) tahun 2017, namun untuk pemilihan lokasi di Museum dr. Saleh adalah yang pertama kalinya, seperti kata Endarwati Kabid Kebudayaan Dinas Budaya Dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo.
“Kami selalu memberikan kesempatan pada kaum Disabilitas untuk menunjukkan aksi dan kreatifitasnya salah satunya dalam even Semipro. Pada tahun ini hiburan musik akustik Disabilitas dan keroncong Tentrem dipilih di tempat ini agar Museum dr. Mohammad Saleh lebih dikenal masyarakat karena merupakan cagar budaya kota Probolinggo disamping Museum Probolinggo. Sehingga besar harapan kami agar masyarakat lebih mencintai museum dan lebih banyak lagi yang berkujung,” ujarnya.
Didik Sukarsidi selaku Ketua Disabilitas kota Probolinggo mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang telah memberikan kesempatan untuk tampil di Semipro 2017. “Kami sangat berterima kasih pada Pemkot telah memberikan kesempatan kedua kalinya pada kami kaum Disabilitas untuk bisa turut serta dalam mendungkung dan menyemarakkan Semipro 2017,” katanya.
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Didik ini yang juga merupakan karyawan PDAM Tirta Dharma kota Probolinggo menjelaskan, jika tampilan musik Disabilitas pada malam ini dibawakan secara akustik dengan menampilkan lagu- lagu pop Indonesia masa kini yang dibawakan oleh enam personel, terdiri dari empat orang tuna netra, dan dua orang tuna daksa.
Sementara itu, sang vokalis bernama Jamilatus Zahro merupakan siswi SDLB Sinar Harapan yang memiliki bakat dan prestasi luar biasa antara lain, Juara I Se- Jawa Timur dalam Festival Lagu Solo Disabilitas tahun 2016 yang digelar di Batu Malang dan Juara I Tartil Al- Qur’an se- kota Probolinggo dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2016.
Gadis berusia 13 tahun ini berharap dirinya juga kaum Disabilitas yang berprestasi lainnya bisa mendapatkan beasiswa hingga perguruan tinggi dari Pemerintah kota Probolinggo. “Ingin kuliah semoga pemerintah bisa memberikan beasiswa, karena cita- cita saya ingin jadi artis juga psikolog. Saya juga berharap agar masyarakat lebih menghargai dan menerima kaum Disabilitas, meskipun kita memiliki kekurangan tapi kita juga memiliki kelebihan yang juga ingin diperlakukan sama seperti masayarakat yang lain,” harapnya.
Acara Musik Akustik, Musik Disabilitas, dan Musik Keroncong Tentrem Semipro 2017 ini berlangsung sejak pukul 7 malam, dengan venue menghadap ke selatan tepat di pelataran Museum dr. Saleh kota Probolinggo yang ditata sederhana namun cukup indah, sehingga dapat menarik pengunjung untuk menikmati tampilan musik juga suasananya. (Crl)
