Probolinggo, 19/10/2019 – Sabtu (19/10) pagi, Bakesbangpol menggelar kegiatan cerdas cermat wawasan kebangasaan tingkat SMP/MTS/Negeri/Swasta se-Kota Probolinggo dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ke 5 tahun 2019.
Bertempat di ruang pertemuan Bale Hinggil Jalan Soetomo, acara seremonial dihadiri oleh Wakil Wali Kota Probolinggo, Pj. Sekada Kota, Asisten, FKPD, Kodim 0820, Humas Polres Probolinggo Kota, dan OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo. Nampak hadir pula dalam undangan, para ulama dan tokoh agama serta guru – guru pendamping di Kota Probolinggo.

Acara pagi itu diikuti oleh 132 peserta dari 44 perwakilan siswa-siswi SMP/MTS/Negeri/Swasta se-Kota Probolinggo. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dikalangan pelajar tersebut guna untuk menumbuhkan karakter bangsa sesuai dengan nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945.
Secara tegas juga disampikan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri dalam sambutannya, pentingnya pengetahuan kebangsaan bagi pelajar. “Era globalisasi tidak dapat kita hindari dan seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesan dan mempengaruhi segala aspek kehidupan kita yang membawa nilai-nilai universal yang dapat melunturkan nilai-nilai Nasionalisme bangsa juga dari pikir dan tindakan khususnya kaum muda,” ujarnya.
“Kita tahu generasi muda saat ini dikenal dengan generasi milenial yang tidak lepas dari teknologi internet. Efek negatif dari perkembangan IT saat ini menyebabkan kaum muda kurang peduli dengan nilai patriotisme dan nasionalisme dan lebih tertarik budaya barat dari segala bidang sehingga melunturkan wawasan nilai kebangsaan,” terangnya.
Menyikapi kondisi tersebut Pemkot Probolinggo melakukan langkah strategis untuk menumbuhkan kembali wawasan kebangsaan melalui jalur pendidikan, harapannya dapat mengembalikan eksistensi bangsa yang beradab dari dua aspek moral dan intelektual untuk segala jenjang tingkat pendidikan. Dalam waktu dekat pemerintah akan kembali menerapkan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), dalam upaya untuk membentuk karakter warga negara yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Diakhir sambutannya, Subri juga menyampaikan harapannya kepada seluruh pelajar untuk menyikapi era globalisasi dengan bijak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara positif. Jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang belum terbukti kebenarannya, hoax, ujaran kebencian dan lainnya.
Didatangkan juri dari Disdikpora dan PCNU Kota Probolinggo dengan teknis lomba dibagi menjadi 3 babak yang dilakukan dalam satu hari dan nantinya akan dipilih juara 1,2 dan 3 serta juara harapan 1, 2 dan 3 dengan total uang pembinaan sebesar 5.250.000 rupiah.
Pertanyaan dari Wawali untuk para peserta menjadi pembuka lomba cerdas cermat pagi itu dan diberikan secara langsung hadiah kepada peserta yang mampu menjawab sebuah pertanyaan yang diberikan oleh orang nomor 2 di Kota Probolinggo tersebut. (Vi2)
