Probolinggo, 19/10/2019 – Lapangan Kyai Syafi’i Kelurahan Jrebeng Kidul Kecamatan Wonoasih, Sabtu (19/10) pagi mulai dipadati masyarakat dari dalam dan luar Probolinggo. Pasalnya di lokasi itu ada Lomba Kerapan Sapi Brujul dalam rangka memperebutkan piala Gubernur Jawa Timur pada rangkaian Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 74 Tahun 2019.
Kerapan itu diikuti sebanyak 50 pasang sapi, yang terbagi menjadi 2 grup, A dan B. Ajang ini dilakukan di arena balap yang merupakan areal persawahan yang penuh air dan lumpur, sehingga nampak lebih ekstrim. Tak heran bila jokinya belepotan lumpur termasuk juga pendukung yang ikut serta berlomba untuk memenangkan ajang ini.
Tutang Heru Aribowo Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melaporkan, tujuan dari penyelenggaraan event bergengsi se-Jawa timur itu, sebagai ajang silaturahmi antar sesama penggemar dan paguyuban kerapan sapi brujul, sekaligus untuk melestarikan sekaligus mengembangkan sektor budaya pariwisata, sehingga menambah daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Hal itu dibenarkan Wakil Wali Kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri dalam sambutannya pagi itu. Ia mengatakan, ikon yang merupakan hak paten milik Kota Probolinggo itu, disebutnya adalah salah satu warisan budaya yang dimiliki warga Kota Probolinggo yang sudah sepatutnya dijaga.
“Sepatutnya kita berbangga, karena sapi brujul adalah ikon budaya yang dimiliki dengan tidak mudah. Selanjutnya kami juga terus mengupayakan agar kebudayaan lokal ini bisa diakui dan diperkenalkan pada dunia internasional. Semoga kita bisa memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah di event kali ini,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bakorwil V Jember Tjahjo Widodo menambahkan ditetapkannya Kerapan Sapi Brujul ini sebagai bukti warisan budaya tak benda Kota Probolinggo yang luar biasa, karena juga didukung oleh peran serta masyarakatnya. Dukungan yang baik dari semua pihak itu, dinilainya telah berhasil. Sehingga keberadaannya akan dijadwalkan secara rutin. Bahkan, lanjutnya, bisa dipromosikan juga pada kunjungan kapal pesiar yang singgah.
“Event ini harus ditingkatkan lebih tinggi lagi, diikutkan dalam jajaran event nasional bahkan internasional sehingga pertumbuhan kunjungan di sektor pariwisatanya juga ikut meningkat,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Pj. Bupati Probolinggo itu. (Sonea)
