Jika Pemerintah Kota menggelar Cangkru’an guna lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, maka PT PLN (Persero) Rayon Probolinggo memiliki program serupa, yakni ‘Nangkring Bareng PLN’.
Kegiatan ini merupakan program PT PLN Distribusi Jawa Timur, yang diikuti masing-masing area dibawahnya. Untuk Rayon Probolinggo, yang masuk area pelayanan Pasuruan, mencakup wilayah kota dan kabupaten Probolinggo.
Di wilayah kota, pelaksanaan ‘Nangkring Bareng PLN’ digelar Minggu (28/12) lalu, dengan lokasi yang dipilih Bee Jay Bakau Resto. Dan ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya digelar di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Narasumber kegiatan tersebut terdiri dari Manajer PLN Rayon Probolinggo, Prenggo Widjono; perwakilan manajemen Pasuruan, Dimas serta para pegawai PLN setempat. Sedangkan undangan sejumlah 50 orang, meliputi lurah dan ketua RW se-Kecamatan Mayangan.
Prenggo menjelaskan seputar pelayanan PLN, pasang baru, tambah daya, listrik pra bayar, serta pembayaran rekening listrik. Begitu pula pemasangan penerangan jalan umum (PJU), diharapkan berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup setempat.
“Semua layanan PLN sudah ada dalam leaflet yang dibagikan, silahkan dibaca. Kami berikan kesempatan apabila ada yang ingin ditanyakan,” urainya.
Secara bergantian audiens bertanya seputar pelayanan PLN, misalnya untuk pasang baru, pemasangan lampu PJU, balik nama rekeningnya, loss listrik dan masih banyak lagi.
Salah satunya, Puji Rahayu, Ketua RW XIII Kelurahan Mangunharjo, yang menanyakan tata cara balik nama rekening listrik, pasang baru serta migrasi listrik ke pra bayar. Kemudian Lurah Mangunharjo, Wahyu Hariyadi menanyakan tentang voltase yang naik turun usai perbaikan yang dilakukan PLN.
“Seandainya terjadi kerusakan terhadap alat elektronik akibat perbaikan oleh PLN, siapakah yang bertanggung jawab? Ini seringkali menjadi keluhan warga,” imbuh lurah tersebut.
Respons langsung oleh Manajer PLN, menjawab pertanyaan secara bergantian. Menurutnya, kasus semacam ini akan dikaji terlebih dulu. Apakah memang kesalahan teknis yang terjadi akibat perbaikan atau memang ada faktor lain. Sedangkan masalah biaya penyambungan bisa dibayarkan lewat bank, karena kantor PLN tidak ada transaksi yang berkaitan dengan uang.
“Jika itu murni karena kesalahan PLN, kita siap bertanggung jawab. Namun apabila terjadi karena kelalaian pelanggan, maka kerugian ditanggung sendiri. Untuk masalah pembayaran semua dengan sistem PPOB,” jawabnya singkat.
Setelah dua jam berdialog, pihaknya berpesan agar masyarakat yang masih ingin berinteraksi dengannya bisa datang ke kantor induk. Mengingat pelayanan PLN bisa diakses dengan mudah, cepat dan siaga 24 jam khusus gangguan.
“Saya juga berharap kepeduliannya, untuk menjaga jaringan listrik. Baik dari layang-layang, maupun pepohonan. Mohon disampaikan kepada warganya, agar petugas kami diperbolehkan memangkas ranting pohon yang mengganggu. Apalagi selama musim hujan ini,” pintanya. (yul/suarakota)
