KEMBALI MENJADI NOMINATOR NIRWASITA TANTRA AWARD, WALI KOTA PROBOLINGGO PAPARKAN PROGRAM LINGKUNGAN HIDUP

NIRWASITA

Jakarta, 23/8/2018. Wali Kota Probolinggo, Rukmini, pagi (23/8) tadi memaparkan program pengelolaan lingkungan hidup di Kota Probolinggo dalam penilaian tahap ahir sebagai calon penerima Nirwasita Tantra Award 2018.

Bertempat di Ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabakti, Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Selatan, Rukmini yang ditemani oleh Tim Paparan Kinerja Pengelolaan Lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, yang terdiri dari Asisten Ekonomi Pembangunan, Achmad Sudiyanto, Kepala Bappeda Litbang, Rey Suwigtyo, Kepala DLH, Budi Krisyanto, Kepala Diskominfo, Aman Suryaman, Kabag Umum, Sugito Prasetyo, Plt Kepala Dinas PU PR, Paeni serta Kepada DPMPTSP, Dwi Hermanto, tampil begitu memukau di hadapan tim independen.

Nirwasita Tantra sendiri merupakan penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah atas kepemimpinannya dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan dan atau program kerja sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup didaerahnya.

Pada tingkat Kota, Probolinggo bersaing dengan 12 Kota lainnya yaitu Kota Surabaya, Balikpapan, Padang, Tangerang, Cimahi, Pasuruan, Surakarta, Padang Panjang, Bontang, Payakumbuh dan Sungai Penuh.

Ini merupakan kedua kalinya Pemerintah Kota Probolinggo masuk dalam nominasi penghargaan Nirwasita Tantra Award yaitu pada tahun 2017 dan tahun 2018. Hal ini menunjukkan komitmen Wali Kota Probolinggo untuk terus senantiasa memperbaiki kualitas lingkungan dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Penghargaan ini dinilai berdasarkan dokumen Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dimana sekarang telah berganti menjadi Dokumen Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (DIKPLHD).

Pada tahun 2018, Kota Probolinggo telah berhasil menyusun DIKPLHD tersebut, yang terdiri dari dua (2) buah buku yaitu Buku I yang berisi ringkasan eksekutif dari informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah serta Buku II yang berisi laporan utama informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup daerah.

“Laporan utama ini disajikan dengan melakukan hubungan kausalitas antara unsur-unsur penyebab terjadinya persoalan lingkungan hidup, status, dan upaya pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas lingkungan”, ungkap Kepala DLH Kota Probolinggo, Budi Krisyanto.

Menurut Budi Kris, dalam laporan utama tersebut terdapat isu prioritas, yaitu isu utama yang menjadi prioritas dalam memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah. “penetapan isu prioritas ini didasarkan proses secara partisipatif yang melibatkan pemangku kepentingan di daerah”, imbuhnya.

Dalam bagian laporan utama ini juga memuat inisiatif yang dilakukan dalam bentuk peningkatan kapasitas lembaga daerah, seperti melalui APBD, peningkatan kapasitas personil, pengembangan jejaring kerja, peningkatan transparansi dan akuntabilitas kepada publik dan inisiatif yang dikembangkan oleh masyarakat.

Sebagai nominator penerima penghargaan ini, Wali Kota Rukmini harus melakukan paparan dihadapan tim independen yang berasal dari unsur akademisi dan media. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rukmini hanya diberikan waktu selama 20 menit untuk melakukan paparan dan selanjutnya tim juri independen secara bergantian memberikan pertanyaan yang harus dijawab oleh Wali Kota Rukmini.

Setelah penilaian wawancara dan presentasi di depan tim penilai independen ini, selanjutnya akan ditentukan siapa yang akan menjadi juaranya. Juara tersebut yang nantinya akan mendapatkan piala bergilir yang dikompetisikan tiap tahun bagi seluruh daerah di Indonesia. “Mohon doa restu, semoga mendapatkan penghargaan Nirwasita Tantra Award 2018”, ujar Rukmini. (AS/SD)