Probolinggo, 27/8/2018. Untuk tetap mempertahankan kecintaan anak-anak terhadap olahraga tradisional, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), menggelar lomba tradisional untuk tingkat SD/MI se-Kota Probolinggo.
Selama ini olahraga tradisional mulai terlupakan di masyarakat, apalagi anak-anak kini mulai menggemari game online ataupun permainan modern lainnya.
Wali Kota Probolinggo, Rukmini, dalam sambutannya menjelaskan, lomba olahraga tradisional ini digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke- 73 juga termasuk serangkaian pra-Semipro ke 10 dan sekaligus untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-659.
“Permainan tradisional ini untuk melatih kerjasama, kesabaran, keterampilan dan pentingnya untuk mencapai tujuan” tuturnya.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai dari tanggal 27 Agustus hingga tanggal 29 Agustus mendatang, bertempatkan di Stadion Bayuangga Kecamatan Mayangan.
Didit Irwanto, Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora dalam laporannya menjelaskan, jumlah peserta yang ikut sebanyak 460 personil dengan keterangan lomba kasti, lomba hadang, lomba egrang dan lomba trompah panjang, masing-masing di ikuti oleh 20 tim.
Lomba olahraga tradisional ini sebagai bentuk upaya Pemkot Probolinggo untuk tetap melestarikan dan menjaga eksistensinya di jaman yang semakin modern.
Didit berharap, kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan bakat anak-anak serta kecintaannya untuk tetap melestarikan olahraga tradisional.
Dan sampai saat ini tengah berlangsung dua perlombaan yakni lomba kasti dan lomba egrang.(dev)

