PASCA LEBARAN, KOTA PROBOLINGGO ALAMI INFLASI 0,70 PERSEN

terminalProbolinggo,6/8/2015. Kecenderungan masyarakat untuk menimbun barang sebelum lebaran serta kecenderungan Perusahaan Otobus (PO) untuk menaikan tarif angkutan umum sebelum dan sesudah lebaran, berdampak secara langsung kepada tingkat inflasi di Kota Probolinggo. pada Bulan Juli 2015, Kota Probolinggo mengalami inflasi sebesar 0,70 persen, naik 0,26 persen dari bulan sebelumnya yang hanya pada level 0,44 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BPS Kota Probolinggo, Surya Astuti saat ditemui usai melakukan dialog interaktif di LPPL Radio Suara Kota Probolinggo selasa lalu (4/8). Surya menyebutkan, inflasi bulan Juli ini terjadi karena dari 7 (tujuh) kelompok pengeluaran, semuanya mengalami inflasi.

“paling besar terjadi karena kenaikan indeks harga pada kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,25 persen disusul kelompok bahan makanan sebesar 1,15 persen, kemudian kelompok sandang sebesar 0,97 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,42 persen, kelompok makanan jadi sebesar 0,32 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,16 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,09 persen”, ujarnya.

Surya menambahkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri, kecenderungan terjadi inflasi itu sangat besar. “setiap tahunnya selalu seperti ini, pada bulan dimana Lebaran itu terjadi, pasti inflasi juga terjadi. Tetapi tahun ini termasuk kecil dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, bahkan pada 2013, inflasi mencapai 3 persen lebih”, ungkap Surya.

Dari 8 kota di Jawa Timur yang menjadi Kota IHK Nasional, semuanya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Jember, disusul Sumenep, kemudian Kota Madiun. “Kota Probolinggo menempati posisi keempat disusul Banyuwangi, Kota Malang, Kota Kediri dan terendah terjadi di Kota Surabaya”, lanjut Surya.

Sebelum mengakhiri perbincangan, Surya berharap agar warga Kota Probolinggo lebih cerdas dan cermat dalam menggunakan dan mengatur keuangannya sehingga dapat menekan laju inflasi di Kota Probolinggo. (SD)