PEMBERANGKATAN JAMAAH HAJI KOTA PROBOLINGGO

Calon jamaah haji Kota Probolinggo dilepas keberangkatannya oleh Pemerintah Kota Probolinggo, Minggu (13/8) lalu. Berdasarkan data dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Probolinggo, tahun ini CJH berjumlah 205 orang. Jamaah yang termuda tercatat berusia 27 tahun, sedangkan jamaah tertua berusia 87 tahun.

“Tiga puluh diantaranya termasuk jamaah yang berisiko tinggi. Perlu pendamping khusus baik dari pendamping ibadah maupun tenaga medis untuk menjaga kelancaran beribadah. Terutama saat berada di Tanah suci Makkah,” ujar Kepala Kemenag Kota Probolinggo Mufi Imron Rosyadi.

Pihaknya memberi perhatian serius terhadap 30 jamaah haji, karena hal ini terkait masalah kesehatan hingga usia. Petugas berharap, agar jamaah selalu waspada selama berada di tanah suci, yaitu dengan memakai masker dan menjaga kesehatan dengan memperbanyak minum air putih. Pasalnya, suhu di tanah suci mencapai 50 derajat celsius

CJH Kota Probolinggo tergabung dalam kloter 53 yang berangkat pada tanggal 14 Agustus dari embarkasi Juanda Surabaya. Kloter ini direncanakan tiba di bandara internasional Jeddah pada pukul 22:45 WIB di hari yang sama. Maktab jamaah haji kloter 53 ini, berada di Mahbashin yang berjarak sekitar 2 km dari Masjidil Haram di Makkah.

“Para jamaah ini, kami beri nomor ponsel para pendamping saat di Tanah suci. Tujuannya agar para jamaah ini tidak kebingungan saat beribadah,” lanjut Mufi Imron.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Rukmini, mengajak para jama’ah yang menjadi tamu Allah untuk khusyu’, sabar dan tawakal. “Hendaknya para jamaah menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, serta cepat beradaptasi dengan lingkungan. Mengingat di sana iklimnya berbeda dengan negara kita, begitu pula tata pergaulan berbeda dengan  adat istiadat yang kita miliki,” imbuhnya.

Sebelum melepas para calon jamaah haji, Wali Kota Rukmini juga berdo’a agar warga kota bisa menjalankan ibadah dengan lancar serta menjadi haji mabrur.

Suasana haru mengiringi kepergian para  calon tamu Allah tersebut. Apalagi tradisi mengantarkan keberangkatan diikuti oleh keluarga maupun tetangga terdekatnya. Isak tangis tak terelakkan hadir di antara keluarga oara CJH kala bis sudah keluar dari pintu halaman pemkot.(yul*)