Pemkot Probolinggo Gandeng BRI Bantu Pelaku UMKM Melalui KUR

KANIGARAN – Akibat ditetapkannya pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional pada bulan Maret 2020, sehingga menjadi suatu tantangan tersendiri untuk dapat menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara tepat dan cepat ditengah kebutuhan pembiayaan UMKM yang masih sangat tinggi.

Pemerintah Kota Probolinggo menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Probolinggo untuk meningkatkan rasio kewirausahaan dengan adanya peningkatan jumlah wirausaha yang kreatif, inovatif, produktivitas usaha yang tangguh dan mandiri dalam menghasilkan barang atau jasa yang memiliki nilai tambah dan berdaya saing serta untuk membangkitkan usaha di masa pandemi Covid-19.

“Bantuan (KUR) itu jangan hanya dianggap untuk tambahan modal, tapi bagaimana kita bisa me-manage perhitungan omsetnya, produksinya. Merubah pola pikir jangan sampai modal usaha ini dibuat gaya hidup. Usaha ini adalah untuk menjaga keberlangsungan ekonomi,” tutur Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya, saat membuka Sosialisasi Pelaksanaan Bantuan Pemerintah “Program Bantuan Dana Bagi Wirausaha” bagi pelaku UMKM di Kota Probolinggo, Kamis (18/11) di Orin Resto.

Pada tahun 2021, kebijakan program KUR merupakan bagian Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kebijakan penundaan angsuran KUR merupakan program strategis dan dapat dikategorikan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan usaha mikro dan kecil, yaitu dengan meningkatkan akses permodalan, dengan harapan program KUR dapat membantu para pelaku UMKM dalam meningkatkan usahanya terutama permodalan.

Acara yang digagas oleh DKUPP ini merupakan suatu kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang salah satunya adalah meluncurkan model pembiayaan baru yang berpihak pada para pelaku UMKM, yaitu melalui KUR.

Diikuti oleh 100 peserta pelaku UMKM dan OPD terkait, Wali Kota Habib Hadi berharap usaha-usaha kecil menengah ini bisa menjadi andalan dan bisa menjadi harapan serta bisa merekrut tenaga kerja baru sehingga tidak ada lagi pengangguran di Kota Probolinggo. “Usaha kecil menengah masih bisa bertahan, walaupun menurun sedikit, tetapi masih bisa bertahan. Sangat luar biasa bisa merekrut tenaga-tenaga kerja baru,” serunya.

Ia pun memberikan semangat bagi pelaku UMKM dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 untuk ikut berperan mengendalikan penyebaran Covid-19. “Kalau kita ingin menjaga situasi Kota Probolinggo kondusif pada level 2 saat ini. Mari kita bersama-sama memiliki tanggungjawab, sehingga kita bisa melaksanakan aktivitas-aktivitas dengan protokol kesehatan yang ketat. Bukan tidak mungkin Kota Probolinggo akan turun levelnya menjadi level 1,” ajaknya.

Dan yang lebih penting dari itu, Wali Kota Habib Hadi juga mengajak para pelaku UMKM untuk menekuni dan selalu konsisten terhadap mutu dan kualitas usahanya. “Harus menjaga mutu dan kualitas, jangan takut bersaing. Harapan saya harus semangat dalam situasi seperti ini (pandemi Covid- 19),” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Habib Hadi berpesan agar pelaku UMKM juga ikut mensukseskan program vaksinasi Lansia. Menurutnya, vaksinasi harus betul-betul maksimal, karena saat ini vaksinasi Lansia hanya kurang 15 persen saja dari target yang ditetapkan 70 persen agar kegiatan perekonomian terus berjalan seperti semula.

Kegiatan pemberdayaan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro itu dihadiri Asekbang Setyorini Sayekti dan narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dan BRI Cabang Probolinggo. (dewi)