PROBOLINGGO-Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, SH, Msi membuka secara langsung “Seminar Tari Tradisional Tahun 2015 Dalam Rangka Penguatan Dan Peningkatan Kualitas Seniman Tari Kota Probolinggo” hari ini (13/3) bertempat Puri Manggala Bhakti Kantor Walikota Probolinggo.
Dalam sambutannya, Walikota mengajak seluruh masyarakat khususnya Pelaku Seni Kota Probolinggo untuk melestarikan budaya yang ada di kota Probolinggo, yang mempunyai nilai-nilai luhur dan memperkuat karakter bangsa. “Salah satu seni batik khas Kota Probolinggo disimpan di negeri Belanda. Maka dari itu, saya mengharapkan agar para budayawan mendata semua karya seni, salah satunya kreasi seni yang dibuat oleh sanggar-sanggar tari Kota Probolinggo, yang nantinya akan didaftarkan ke HAKI agar tidak diklaim oleh negara lain dan menjadi warisan budaya anak cucu kita,” ujarnya.
Kepala Dispobpar, Drs. Misbahul Munir, M.Si. mengatakan bahwa pelaksanaan seminar tari tradisional ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas seniman Kota Probobolinggo dan menignkatkan persaingan kualiltas seni. “Selain itu juga untuk mencetak seniman yang profesional dan handal,” lanjutnya.
Seminar ini dihadiri oleh 110 orang semua guru kesenian Kota Probolinggo, seniman sanggar tari kota Probolinggo, dan Dewan Kesenian Kota Probolinggo. Selaku narasumber adalah Drs. Peni Priyono, M.Pd., ketua Dewan Kesenian Kota Probolingo, dan Drs. Djoko Prakoso, M.Pd. dosen dari STKW Surabaya. (Crl/ RN)
