WALI KOTA SERAHKAN RUMAH ABDUL HAMID PASCA DIRENOVASI

Probolinggo, 15/4/2019 – Setelah peletakan batu pertama pada Senin (18/3) lalu, kakek sebatang kara Abdul Hamid (74) menerima rumahnya yang sudah direnovasi. Proses penyerahan dilakukan Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Senin (15/4) siang.

Melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kota, biaya yang dipakai membangun rumah yang ambruk tersebut menelan dana sebesar 11,5 juta rupiah. Selama 16 hari proses perbaikan dan pembangunan juga didukung warga setempat.

Wali Kota meminta Hamid untuk bersyukur atas nikmat yang diperolehnya. “Bisa jadi ini bagian dari do’anya diterima Allah SWT, sehingga mendapat bantuan dan menjadi layak ditempati. Sholat lebih giat, kalau dulu suka bangun malam beribadah sekarang harus lebih ditingkatkan,” harap Wali Kota dengan bahasa Madura.

Pihaknya juga berharap kepada RT/RW setempat melaporkan apabila ada warga yang harus mendapat pertolongan semacam ini. Mantan anggota DPR RI tersebut hadir bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sudiyanto, Kabag Kesra Choirul Anam, Camat Kanigaran serta perwakilan dari Baznas Misnandar dan warga sekitar.

“Saat ini dilakukan pendataan ulang bagi pemilik RTLH. Saya ingin target tahun 2020 tidak lagi ditemukan kasus serupa, tapi sudah tertangani pemerintah. Semoga ini bisa diwujudkan,” imbuhnya.

IMG 20190415 WA0008

Terkait kendala teknis, bukti kepemilikan tanah terkadang membuat kesulitan bisa dibantu pemerintah. Karena salah satu persyaratannya memang harus tanah milik sendiri.

“Apabila bukan milik sendiri, coba nanti kita carikan solusi. Bisa jadi melalui program CSR atau yang lainnya. Hasil pendataan sementara diperoleh 600 RTLH, namun kita harus optimis bisa menanganinya, karena prosesnya juga tidak instan,” pungkasnya.

Wali Kota dengan 3 anak ini meminta masyarakat bersabar, karena untuk melakukan pembangunan RTLH harus melalui mekanisme aturan yang ada.

Sementara itu Abdul Hamid merasa senang. Rumahnya menjadi lapang dan nyaman. Ia sudah menempati rumah barunya sejak seminggu lalu.

“Senang, tidak takut roboh dan tidak bocor saat hujan. Terima kasih Pak Wali, karena juga dibantu biaya hidup tiap bulan,” ujarnya lirih dengan bahasa Madura pula. (Yul)